Dellie Threesyadinda, Pemanah Kinyis-Kinyis Sarat Prestasi

Dellie Threesyadinda, Pemanah Kinyis-Kinyis Sarat Prestasi


Panahan mungkin adalah olahraga nomor 378 di Indonesia. Olahraganya sangat membosankan, ada seorang yang membawa panah dan anak panah lalu membidik. Bidakannya bulat-bulat warnanya putih, kuning, merah dan hitam. Sang pemanah melihat dengan serius bidikan bulat-bulat itu, bibirnya berdecik berdoa dalam hati.

Mengambil anak panah, lalu mengakitkan dengan panahnya. Sang pemanah menarik tali kencang-kencang seperti mau putus. Supaya bidikannya tepat, talinya ditempelkan muka, benar-benar menempel. Setelah melihat dengan tepat sambil memicingkan mata, sang pemanah tersebut melepaskan anak panahnya.

Seperti mobil ferarri di F1, anak panah tersebut melesat cepat membelah angin. Anak panah ini jalannya berbeda dari peluru pistol, anak panah akan berjalan keatas lalu turun kebawah dengan cepat. Dan pluukkkk, anak panah tersebut tepat berada ditengah bulatan kuning. Penonton bersorak senang, sang pemanah pun tersenyum manis,

Benar-benar membosankan..

Tetapi akhir-akhir ini saya terpesona dengan sosok dara kelahiran Surabaya 12 Mei 1990, namanya Dik Dellie Threesyadinda. Kulitnya putih, senyumnya manis, matanya imut, rambutnya hitam mengkilat dan yang terpenting dia kaya prestasi.

Lahir dari keluarga panahan

1

Kakeknya panahan, ibunya panahan, sampai adik-adiknya juga ikut panahan. Kalian tahu Lilies Handayani? Sang pemanah legendaris peraih medali perak Olimpiade 1988, itu adalah medali pertama yang didapatkan Indonesia diajang olahraga paling bergengsi. Yak, Lilies adalah ibu dari Dik Delie. Neneknya Subadriyah, juga atlet nasional dijamannya. Papanya yaitu Deny Triyanto juga atlet panah.

Sudah diajak keliling-keliling lihat ibunya panah sejak bayi

2

“Saya sering diajak mama latihan dan kejuaran sejak bayi, jadi saya sudah tahu atmosfernya” ujar dara yang kuliah di Universitas Airlangga fakultas Hukum. Duh hukum aku dik..

Prestasi pertama ketika Dik Dellie berumur 7 tahun

3

Dik Dellie ini sudah menggunakan busur panah sejak di bangku SD. Bahkan dia sudah mengikuti kejuaran junior di Bojonegoro, umurnya baru 7 tahun. Dik Dellie mendapatkan emas! Hebat kamu Dik..

Dik Dellie “Ketika busur mengenai sasaran, wow nikmatnya tak tergantikan”

4

Dik Dellie tidak hanya sekedar mencintai panahan, tetapi menggilainya. Mungkin ini yang dinamakan cinta sejati, Dik Dellie sangat mengagumi panahan. Ketika di interview tabloid Nova, Dik Dellie sampai bilang “Ketika busur mengenai sasaran, wow rasanya nikmatnya tak tergantikan”. Entah apa aku bisa memberikan rasa yang sama kepadamu dik?

Tahun 2007, Dik Dellie melawan Mamanya di Asia Grand Prix 2007 Iran

5

Pada tahun 2007 adalah pengalaman yang tidak tergantikan bagi Dik Dellie. Pada Asia Grand Prix 2007 Iran, Dik Dellie melawan ibunya! Ketika itu Dik Dellie harus menyerah karena hanya mendapatkan perunggu. Ya gitu Dik, gak boleh ngelawan orang tua. Love you.

Sekarang Dik Dellie lagi fokus Sea Games 2015

6

Udah ya bahas Dik Dellie-nya lagi fokus Sea Games 2015. Udahan dulu ya, ini ada foto-fotonya.

8

 

9

Dik, panah aku dik..

semua foto diambil dari facebooknya Dik Dellie

Comments