Di Era Digital, Putus Lewat SMS atau Chat Itu Etis Nggak Ya?

Di Era Digital, Putus Lewat SMS atau Chat Itu Etis Nggak Ya?

Putus Lewat SMS

Dulu, saat era chatting belum terlalu populer, putus lewat SMS atau lewat telepon adalah hal yang dianggap tabu bahkan haram bagi banyak orang. Tapi, seiring dengan berkembangnya zaman, semakin banyak orang yang melakukan pemutusan hubungan dengan pacar lewat chatting. Ya, chatting kini dianggap sebagai sebuah media alternatif untuk memperluas sekaligus memutus sebuah hubungan. Tetapi sebenarnya, etis nggak sih kalau kita itu putus lewat chatting?

 

Bahkan Orang 90-an pun Nganggep Boleh Kok Putus Lewat Chatting

FastAsk menggunakan kesempatan ini untuk menjawab pertanyaan mistis ini dengan melakukan riset terhadap sejumlah orang di Jepang tentang “Apakah diperbolehkan untuk memutus pacar lewat chat LINE?” Hasilnya cukup mengejutkan.

60.3% pengguna LINE di Jepang yang mengikuti polling tersebut mengatakan bahwa boleh-boleh saja untuk memutus pasangan mereka lewat LINE. Hanya ada 39.7% orang yang menganggap bahwa memutus hubungan lewat LINE itu tidak pantas. Perlu diketahui bahwa riset ini tidak dilakukan ke anak remaja, melainkan ke pengguna LINE yang sudah cukup dewasa, yakni berumur 20 hingga 30 tahun. Ya, kalau kita lihat anak sekarang wajar aja sih kalau mereka lebih milih buat mutusin hubungan sama orang lewat LINE, tapi kalau bahkan orang dewasa juga memilih memutus hubungan lewat LINE? Berarti jaman sudah benar-benar berubah.

 

Lebih Gampang Ngomong Kalau Lewat Chatting

FastAsk tidak berhenti di hasil ini, hasil polling-nya juga membeberkan beberapa hal tentang mengapa orang-orang setuju dengan pemutusan hubungan lewat LINE. Beberapa di antara komentarnya adalah seperti ini, “lebih gampang ngomong lewat LINE daripada ketemu langsung, aku nggak deg-degan saat berbicara lewat LINE.” Ada juga yang memberi alasan yang lebih ekstrim “Orang yang mau kita putus bakal ngelakuin hal-hal gila kalau kamu mutusin dia secara langsung.” Bagi yang LDR, ada juga jawaban yang pas dari salah satu responden, “Mutusin orang lewat LINE itu sempurna kalau kamu nggak bakal ketemu sama mantanmu lagi.” Ok, jadi sebenarnya bisa kita simpulkan bahwa orang-orang yang setuju dengan pemutusan hubungan lewat LINE cenderung tidak suka bertatap muka dengan orang lain, dan takut untuk menerima konsekuensi yang ada.

Sedangkan bagi orang-orang yang tidak setuju dengan pemutusan hubungan lewat LINE, mereka berpendapat seperti ini, “Mutusin orang lewat LINE itu artinya nggak berempati sama orang yang kita putusin,” atau “Kalau kita ngehandle orang kayak kita ngehandle bisnis gini, bisa-bisa orang yang kita putusin trauma seumur hidup.” Ada juga yang berpendapat dengan lebih manusiawi, “Mutusin orang itu hal terburuk yang bisa kamu lakukan,” jadi baginya, memutuskan orang itu tidak boleh dilakukan hanya dengan ngomong lewat LINE.

Kalau sobat sendiri, bagaimana? Dengan kemajuan teknologi saat ini memang rasanya tidak mungkin untuk tidak menggunakan jasa LINE sebagai sebuah wadah bagi  kita untuk berkomunikasi, yang baik maupun yang buruk. Banyak juga orang yang berpendapat bahwa hal tersebut wajar adanya, tetapi, bisa jadi kalau bertemu langsung, tidak akan terjadi fitnah atau pembicaraan di belakang. Banyak lho orang yang merasa direndahkan kalau diputus lewat chatting, mereka merasa tidak dihargai dan bakal ngecibir sobat seumur hidup.

Memang putus itu nggak enak, tapi coba deh sobat konsultasi dulu ke orang terdekat sebelum memutuskan kalau mau mutusin lewat chatting. Nggak bakal ketemu mantan yang diputus kalau lewat chat sih, tapi… Bisa jadi malah sobat dicibir di sosmed dia, di capture kata-katanya dan nggak disensor namanya. Malah jadi berabe kan?

Poll source: R25

Featured image source

Comments