Tags Posts tagged with "fakta mencengangkan romawi kuno"

fakta mencengangkan romawi kuno

Apa sih yang kamu tahu tentang Bangsa Romawi Kuno? Gladiator? Raja Romulus? Hem, itu sih cuma kulitnya aja. Memangnya cuma itu yang kamu tahu? Ah, cemen. Sebenarnya ada banyak fakta-fakta unik dan menarik yang jarang ada orang tahu tentang bangsa Romawi Kuno. Cuman karena kamu males baca aja makanya kamu nggak tahu. Saya yakin sebagian besar dari yang baca artikel ini cuma baca subjudulnya aja trus lihat gambarnya. Baca dong dikit-dikit.

Daripada saya mulai ngeledek para pembaca yang budiman dengan kata-kata sarkas dan menyakitkan hati, mendingan langsung saja saya sebutkan apa saja yang jadi fakta unik tentang bangsa Romawi. Cekindol!

Sol Invictus, Dewa Resmi Bangsa Romawi

1 - wikipedia.org

 

[Photo Credit: Sol Invictus]

Seperti yang kita tahu, bangsa Romawi Kuno dikenal sebagai penyembah banyak dewa. Padahal faktanya, hanya ada 1 dewa “resmi” untuk seluruh bangsa Romawi. Dewa ini bernama Sol Invictus atau yang berarti “Matahari yang tak terkalahkan” dan dibuat oleh raja Romawi bernama Aurelian pada tahun 274 setelah Masehi. Pemujaan dewa ini berlanjut hingga pelarangan sistem kepercayaan paganis oleh Raja Theodosius I di tahun 390.

Bangsa Romawi sendiri mengadakan festival pada tanggal 25 Desember sebagai peringatan hari kelahiran Sol Invictus. Tanggal tersebut dipilih karena pada tanggal tersebut untuk pertama kalinya titik balik matahari pada musim dingin terdeteksi, dimana matahari bersinar lebih lama pada saat itu. Meskipun banyak sekte Oriental yang memuja dewa-dewa lain di antara legion perang bangsa Romawi, hanya Sol Invictus yang secara resmi diterima oleh tentara Romawi.

 

Sistem Perumahan Bangsa Romawi

2

 

[Photo Credit: Perumahannya ya kayak gini]

Seperti sekarang, bangsa Romawi Kuno hidup dalam pemukiman penduduk yang berbeda sesuai dengan kelas mereka masing-masing. Yang kaya punya villa, semacam mansion gitu, sedangkan yang pas-pasan hidup di apartemen kecil di atas toko-toko, seperti yang ada di kota-kota besar di negara maju sekarang. Kala itu, atap nggak boleh lebih tinggi dari 17 meter. Hal ini untuk menghindari bahaya roboh. Maklum, kan masih belum ada semen.

Selain itu, air masih diambil dari luar dan masyarakat masih harus pergi ke toilet umum kalo mau boker atau kencing. Uniknya lagi nih, penghuni apartemen nggak boleh masak. Hal ini dilakukan untuk mengurangi bahaya kebakaran. Jadinya, mereka memenuhi kebutuhan makan dengan membeli makanan di warung atau warteg, semacam itu lah.

 

Jerohan alias Daleman

3

 

[Photo Credit: Subligaculum]

Ternyata, sistem jerohan alias baju dalam, termasuk BH dan CD, yang hingga kini kita (nggak) pakai berasal dari kebudayaan Romawi kuno. Sedikit berbeda dengan daleman jaman sekarang, bangsa Romawi menggunakan kain yang diikat sedemikian rupa dibagian dada dan kelamin yang diberi nama subligaculum. Subligaculum digunakan sebelum mengenakan tunic alias jubah. Pakaian dalam ini bisa digunakan untuk laki-laki maupun perempuan. Pada mulanya, subligaculum hanya digunakan oleh gladiator, atlet, dan aktor drama. Namun lama kelamaan perempuan bangsa Romawi sering menggunakannya sebagai penutup bagian dada.

 

Pendidikan Romawi yang Keras

4

 

[Photo Credit: kekerasannya nggak saya munculkan]

Pendidikan adalah hal yang paling penting untuk bangsa Romawi Kuno. Sayangnya, hanya kaum bangsawan yang boleh mengenyam pendidikan. Yang miskin mah paling banter cuma belajar baca sama nulis. Anak-anak dari kalangan berada bahkan memanggil guru privat ke rumah untuk mengajari mereka banyak hal. Ya, semacam home-schooling gitu.

Sekolah juga nggak buat cewek. Cuma cowok yang boleh sekolah pada jaman itu. Pasalnya, sekolah pada saat itu kurikulumnya berbasis ketakutan dan kekerasan. Seriusan nih, para bocah yang nggak bisa belajar dengan serius dan nggak menangkap pelajaran yang diajarkan sama guru akan dihajar habis-habisan. Nggak jarang sang guru akan mengurung mereka yang melakukan kesalahan. Nggak jarang ada sekolah yang menyiapkan dua budak untuk menghajar muridnya dengan cambuk kulit apabila sang murid masih melakukan kesalahan.

 

Nasrani, Tumbuh Pesat Setelah Dilarang

5

 

[Photo Credit: Maaf, sedikit disturbing]

Ketika Nasrani lahir, Bangsa Romawi habis-habisan memerangi agama baru tersebut. St. Peter, seorang pendeta pertama di Roma, yang kemudian dinobatkan sebagai Paus pertama, dihukum mati dengan cara disalib secara terbalik di lapangan Circus of Nero, sebuah lapangan terbuka dimana semua kegiatan publik dilakukan. Jenazahnya pun dikuburkan di tempat tersebut.

200 tahun kemudian, ketika Kaisar Roma bernama Constantine I melegalkan Nasrani, tempat tersebut didonasikan untuk dibangun gereja yang sekarang kita kenal sebagai Old St. Peter Basilica. Fakta ironisnya, agama Nasrani berkembang pesat justru di tempat dimana agama ini dihancurkan untuk pertama kalinya.

 

Kebiasaan Makan Sehari-hari yang Unik

6

 

[Photo Credit: Di atas meja makan ya ini adanya]

Kalo biasanya kita makan tiga kali sehari, bangsa Romawi sedikit berbeda. Ketika sarapan, makanan biasanya diantar ke kamar tuan rumah dan terdiri dari potongan roti atau panekuk gandum yang dimakan dengan kurma dan madu. Minumnya wine, pagi-pagi udah mabok. Pada siang hari, makan siang ceritanya, biasanya dimulai pada pukul 11 siang dan terdiri dari irisan roti, keju, dan sedikit daging.

Baru di saat makan selanjutnya, yang mereka sebut cena, makanan utama pada hari itu datang. Biasanya cena dilakukan ketika senja. Ketika tuan rumah nggak punya tamu, biasanya cena hanya dilakukan selama 1 jam. Kalo ada tamu, bisa 4 jam baru selesai. Sebelum tidur, bangsa Romawi Kuno biasanya mengkonsumsi makanan ringan seperti roti atau buah. Jadi, kalo ditotal, bangsa Romawi biasa makan sebanyak 4 kali sehari. Pantes aja gemuk-gemuk.

 

Penanda “Awas Anjing Galak!” Udah Ada Di Jaman Ini

7

 

[Photo Credit: Anjing! Ada Anjing!]

Bangsa Romawi nggak cuma menggunakan anjing penjaga untuk menjaga rumahnya, tetapi juga lengkap dengan tanda “Awas Anjing Galak” tepat di depan rumah mereka. Hal itu untuk memberitahu para tamu agar berhati-hati apabila akan masuk ke rumah mereka.

 

Sistem Gorong-Gorong

8

 

[Photo Credit: Bisa lihat ada tikus di situ?]

Bangsa Romawi kuno adalah bangsa yang cinta kebersihan. Saking cintanya, mereka bahkan mandi bareng-bareng di suatu tempat. Bangsa Romawi punya dua saluran air utama, saluran air berkualitas tinggi untuk minum dan air berkualitas rendah untuk mandi. 600 tahun sebelum masehi, Tarquinius Priscus memutuskan untuk membuat sistem gorong-gorong dibawah kota, tentu saja dengan pekerja yang “sedikit” dipaksa. Meski begitu, sistem pengairan ini sangat sukses hingga ditiru oleh kerajaan di luar Kerajaan Romawi.

 

Pepatah Uang Tak Berbau

9

 

[Photo Credit: Bau apa, bang? | Kemenyan, habis ngepet semalem.]

Pepatah uang tak berbau atau biasa kita dengar dengan “pecunia non olet” ternyata keluar dari perkataan seorang kaisar Romawi bernama Vespasian. Kala itu, masyarakat Romawi suka mengumpulkan air seni mereka sebagai campuran bahan kimia tanning dan juga sebagai sumber ammonia untuk membersihkan benang woll. Dari situ, pihak kerajaan mendapatkan uang pajak yang lumayan besar. Hingga suatu saat, Titus, anak lelaki Vespasian, mengeluh tentang asal usul pajak yang dia terima. Sang ayah kemudian mengambil sebuah koin emas dan mengungkapkan kata-kata bijaknya, “pecunia non olet”, yang memiliki makna kalo nilai uang nggak akan turun meskipun asalnya dari suatu benda yang menjijikan sekalipun.

Puisi “Cabul” Catulus XVI

10

 

[Photo Credit: Catulus XVI]

Siapa sangka, di jaman yang jauh dari kata internet dan segala macam hal yang berbau porno, udah diciptakan puisi-puisi yang cabul dari seorang pujangga. Puisi tersebut dikarang oleh Gaius Valerius Catullus. Berikut translasi puisinya ke dalam bahasa Inggris, karena menurut saya bahasa Indonesianya malah nggak asyik.

I’m gonna fuck you guys up the ass and shove my cock down your throats,

yes, you, Aurelius–you fucking cocksucker–and you too, Furius, you faggot!

Just because my verses are tender doesn’t mean

that I’ve gone all soft. Sure, a poet should focus

on writing poetry and not on sex; but does that

mean they can’t write about sex? If a poem is

in good taste, well-written and erotic,

it can give massive boners to hairy old men,

not just to horny teenagers. You think I’m a sissy

just because I write about thousands of kisses?

I’m gonna fuck you guys up the ass and shove my cock down your throats!

10.1

[Photo Credit: Penampakan puisi aslinya]

Ya, itu tadi beberapa fakta yang mencengangkan yang datang dari sebuah bangsa kuno yang terkenal karena ada istiadat mereka. Cukup menarik bukan?

Kalo kamu punya fakta menarik lainnya tentang bangsa Romawi, silahkan share dengan mengisi kolom komentar di bawah. Feel free aja.