Tags Posts tagged with "Liburan"

Liburan

Nggak terasa sebentar lagi sudah libur panjang ya sob? Sudah pada rencana mau ke mana nih? Perjalanan jauh? Ih, hati-hati lho sob, kalau ketahuan nanti sobat pasti dimintai oleh-oleh oleh teman satu geng, bahkan teman satu kampus. Amit-amit, udah tanggal tua masih aja dititipin oleh-oleh, nggak deh. Tapi rasanya nolak mentah-mentah juga nggak enak gitu ya sama teman-teman sobat. Nah, AkuSenang punya tips jitu untuk menolak permintaan teman-teman untuk bawa oleh-oleh. Mau tahu caranya?

 

“Aku jalan-jalannya sama keluarga, pasti gak sempat ke tempat oleh-oleh”

Keluarga bisa jadi tameng terbaikmu saat diminta oleh-oleh. Yakali maksa ke tempat oleh-oleh padahal keluarga gak ada rencana ke sana? Kalau temanmu sampai maksa, berarti dia bukan teman yang baik sob.

“Yaela sob, gue cuma liburan sehari doang udah lu titipin oleh-oleh, lu pikir gue mau kemana-mana gitu?”
Source: brit.co

Libur cuma tiga hari, paling juga berwisata satu dua hari, emang mau kemana? Paling juga nggak kemana-mana, apa yang mau dititipin? Cecar teman sobat dengan kalimat-kalimat tersebut sampai diam.

 

“Gue gak ke tempat wisata, cuma pulang kampung” (Padahal pulang kampungnya ke kota besar)
Source: nymag.com

Jangan sampai ketahuan kalau wisata ke tempat yang asik, bilang aja pulkam (padahal sekalian mampir kemana-mana tuh).

 

“Foto liburan gue yang gue post di IG? Udah hari kemarin-kemarin tuh”
Source: Tumblr

Posting foto sobat saat liburan ketika sudah selesai liburan, pas diminta oleh-oleh, kan sudah terlambat. Betul sob?

 

Ini adalah beberapa cara yang jitu biar teman-teman kamu nggak ngomel minta oleh-oleh. Kalaupun ada yang titip, belikan saja tapi jangan lupa minta uang ganti. Tetapi kalau geng sobat gak minta oleh-oleh dan cuma memberikan “hati-hati di jalan” atau “selamat senang-senang ya pren!” itu tandanya mereka sahabat yang baik dan sahabat seperti ini lah yang harus sobat beri oleh-oleh meski nggak diminta. Betul?

Makanan Jepang
Source: Your Youtopia

Sekarang sobat pasti sering banget deh liat restoran Jepang bertebaran di mana-mana, bahkan kios sushi atau takoyaki pun bukan lagi hal baru di Indonesia, terutama di kota-kota besar. Makanan Jepang sudah menjadi hal yang cukup lumrah di Indonesia saat ini, dan nggak heran juga sih kalau sekarang banyak banget yang demen sama yang namanya makanan Jepang.

Tapi sobat tahu nggak sih, bahwa sebenarnya ada beberapa aturan yang harus sobat pahami dalam memakan makanan Jepang? Kalau di Indonesia sih memang bakal jarang banget yang risih saat lihat sobat makan makanan Jepang nggak sesuai aturan, tapi masa sih mau salah terus cara makannya? Baca dulu yuk lima etika memakan makanan Jepang yang harusnya nggak boleh sobat langgar.

Jangan Meletakkan Sumpit diatas Mangkuk yang Berisi

Makanan Jepang
Source: Wikimedia

Sering nih kalau kita makan ramen atau udon lebih memilih untuk meletakkan sumpit di atas mangkok. Ternyata hal ini sebaiknya tidak dilakukan sob! Di Jepang, sumpit seharusnya diletakkan di tempat penyangga sumpit atau hashioki, kalau tidak ada, sobat bisa menggunakan alat-alat lainnya untuk menyangga sumpit.

Jangan Menggunakan Tangan Untuk Mengantisipasi Makanan yang Jatuh

Makanan Jepang
Source: Pixabay

Orang Indonesia cenderung memakan dengan menggunakan satu tangan lainnya untuk mewadahi makanan yang mungkin jatuh. Ternyata hal ini nggak berlaku di Jepang, karena menurut budaya Jepang, mewadahi makanan yang jatuh dengan tangan dianggap tidak sopan. Ada wadah pipih untuk mewadahi makanan yang jatuh di beberapa restoran Jepang, tapi kalaupun tidak ada, sebaiknya tidak usah menggunakan apapun.

Jangan Menusuk Makanan Dengan Sumpit

Makanan Jepang
Source: Preview Chicago

Karena nggak mahir pakai sumpit akhirnya makan dengan menusukkan sumpit ke makanan, rasanya sering juga ya kita lihat di food court mall? Jangan lho, sob! Bagi orang Jepang, hal ini sangat tidak sopan untuk dilakukan. Kalau memang nggak bisa makan dengan sumpit, sobat bisa kok minta sendok atau garpu.

 

Jangan Menggigit Makanan Jadi Dua dengan Gigi Lalu Mengembalikannya ke Piring

Makanan Jepang
Source: Your Youtopia

Lho? Bukannya hal ini wajar? Ternyata di Jepang hal ini nggak wajar, terutama untuk makanan seperti sushi yang bisa dimakan sekali gigit. Kalau di negara kita, diajarkan untuk makan sedikit demi sedikit, tapi bila di Jepang, mengembalikan makanan yang sudah digigit jadi dua dengan gigi itu tandanya kurang sopan. Sobat bisa membelahnya terlebih dahulu sebelum memasukkan ke dalam mulut.

 

Inilah beberapa etika yang harus sobat pahami saat memakan makanan Jepang, meskipun sebagai seorang turis di Jepang atau sebagai orang yang makanan primernya bukan makanan Jepang kadang wajar bila nggak mengikuti etika-etika di atas, tapi ada baiknya lho sobat ikutin. Hitung-hitung nih, belajar makan pakai sumpit biar nggak dipandang sebelah mata sama gebetan. #eh

Source: Naver Matome via Rocketnews24

Akhir-akhir ini kita dihebohkan sama orang-orang yang foto sampai bikin rusak tempat wisata, atau foto-foto sampai lumba-lumba mati karena terlalu lama berada di luar air bareng orang-orang yang rebutan foto sama dia. Bikin geleng-geleng kepala ya emang, sob? Kali ini AkuSenang bakal ngajarin sobat senang 5 etika foto di tempat wisata, mumpung besok liburan. Biar sobat nggak asal foto aja tapi akhirnya malah merusak keadaan sekitar, ok?

 

Bila Ada Papan Tentang Aturan Berwisata, Baca, dan Terapkanlah

Tempat wisata[Image Source]

Nggak sedikit tempat wisata yang memberikan tentang tata cara berwisata di tempat liburan tersebut. Biasanya terdapat di pintu masuk atau di bagian dalam dari tempat wisata, sayangnya, orang Indonesia punya kebiasaan untuk mengabaikan peraturan. Kalau peraturannya nggak baik sih silahkan dilanggar, tapi kalau peraturannya ada buat ngatur keindahan tempat wisata, ya dibaca dong sob. 🙂

Kalau sobat nggak nemu peraturannya, sobat bisa kok bertanya ke petugas atau orang lokal yang ada di sekitar. Dengan mencari tahu dan menerapkannya, sobat ikut melestarikan tempat wisata yang sobat kunjungi lho.

 

Di Beberapa Tempat, Tongsis Dilarang Untuk Dipakai

Tempat wisata[Image Source]

Ya, sobat mungkin merasa kalau tongsis adalah penyelamat sobat semua karena tongsis bisa bikin selfie sobat jadi lebih menarik. Namun tahu tidak, di beberapa tempat, terutama tempat ibadah, tongsis adalah hal yang tabu untuk digunakan. Pastikan sobat cari tahu dulu deh, boleh foto pakai tongsis atau nggak, karena biasanya hal tersebut bisa mengganggu jalannya ibadah di tempat wisata yang sobat kunjungi. Jadilah wisatawan yang baik ya, sob!

 

Jangan Minta Sembarang Orang Buat Motoin Kamu

Tempat wisata[Image Source]

Sobat sebaiknya mencari petugas untuk membantu sobat ngefoto di tempat wisata, karena kalau sobat minta orang random buat ngefoto, bisa-bisa dia juga wisatawan. Nggak etis lho kalau sobat minta sesama wisatawan buat foto. Ya, orang Indonesia sih biasanya mau-mau aja, tapi sebenarnya itu nggak baik sob. Sobat bisa mencari petugas yang berkeliaran di tempat wisata, karena petugas di tempat-tempat seperti itu biasanya banyak banget. Daripada ngeganggu orang yang lagi wisata, mending minta yang memang tugasnya memandu wisata seperti petugas.

 

Kalau Ada Orang Bule, Jangan Difoto Diam-diam

Tempat wisata[Image Source]

Ini juga nggak sopan. Hargai privasi orang lain dengan tidak ngefoto dia diam-diam. Sobat pasti nggak mau kan kalau difoto diam-diam sama orang, meski cuma untuk koleksi pribadi, itu tetap nggak etis lho sob. Yah, kadang memang diri ini nggak bisa nahan kalau cakep banget ya? Tahan diri lah sob, stalking sosmed boleh lah, kalau njepret orang diam-diam trus dipamerin di sosmed ntar nyeremin, kecuali sobat emang wartawan yang mau meliput suatu tempat.

 

Tunjukkan Kalau Sobat Mengalami Waktu yang Sangat Menyenangkan di Tempat Wisata Tersebut

Tempat wisata[Image Source]

Ini etika? Bisa dianggap begitu. Kalau sobat foto di tempat wisata yang kemudian caption fotonya isinya galau terus kan bisa jadi pesona buruk buat tempat wisata itu. Tunjukkanlah foto-foto yang menyenangkan di tempat wisata, dengan caption-caption yang oke pula. Sebarin kalau tempat wisata itu emang bagus, kalau bisa beritahukan ke orang-orang tentang tata krama di tempat wisata tersebut juga ya.

 

Sobat, berwisata memang menyenangkan, kita juga boleh hura-hura suka cita saat lagi wisata, tapi sobat perlu tahu bahwa tiap tempat punya tata krama dan privasi yang nggak boleh sobat langgar. Jaga tempat wisata yang sobat datangi ya dengan mengikuti lima etika berfoto di tempat wisata ini.

Featured image source: Pexel Free Image